Pupuk organik Granul

 

Pupuk Granul Umum

Cara paling umum yang digunakan untuk membuat pupuk granul adalah dengan mencampur semua bahan, kemudian dibuat granul dengan pan granulator. Perekat bisa saja ditambahkan pada saat pencampuran bahan (jika bentuknya padatan) atau disemprotkan pada saat granulasi (jika bentuknya cair). Komposisi granul akan merata ke seluruh granul. Membuat granul dengan cara ini adalah yang paling mudah.


Gambar pupuk granul yang umum

Penambahan Inti Granul

Inti granul ditambahkan untuk mempercepat pembentukan granul. Inti granul berbentuk butiran-butiran kecil, sekitar 1 – 2 mm, atau kerikil-kerikil kecil. Inti granul ini memiliki sifat untuk mengikat bahan pupuk organik ketika basah. Bisa saja ditambahkan perekat untuk meningkatkan pembantukan granul. Komposisi inti dan bahan pupuk organik bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Ini biasanya ditentukan secara empirik.

Cara pembuatan granulnya kurang lebih seperti ini. Pertama inti granul ditambahkan ke dalam pan granulator. Kemudian dibasahi dengan perekat secukupnya. Bahan-bahan pupuk granul (berbentuk tepung) ditambahkan sedikit demi sedikit hingga terbentuk granul dengan ukuran yang diinginkan.

 

Gambar granul dengan inti granul

Coating atau pelapisan

Coating atau pelapisan adalah membuat granul dengan memberikan pelapis di bagian luar granul. Pelapis yang ditambahkan bisa berfungsi sebagai pelindung bagi isi granul atau bahan-bahan aktif lain yang ditambahkan ke dalam granul. Pelapis ini harus cukup kuat untuk melindungi granul dalam kondisi kering, tetapi cukup mudah untuk dilewati bahan aktif ketika berada di dalam tanah. Penggunaannya misalnya, jika bahan aktifnya hidroskopis sehingga mudah basah. Dengan penambahan pelapis akan mengurangi air yang membasahi granul. Atau misalnya ditambahkan mikroba yang memerlukan kondisi khusus agar tetap hidup di dalam granul. Pelapis ini akan melindungi mikroba dari pengaruh-pengaruh luar yang mungkin bisa membunuh mikroba.

Cara pembuatannya adalah sebagai berikut. Bahan-bahan ditambahkan ke dalam pan granulator. Semprotkan air atau bisa juga diberi sedikit perekat (sedikit aja hanya agar terbentuk granul). Setelah terbentuk granul dengan ukuran yang diinginkan, kemudian ditambahkan pelapisnya sampai seluruh permukaan granul tertutup oleh pelapis ini. Bagian luar granul akan keras, tetapi bagian dalamnya tetap basah dengan kondisi tertentu.


Gambar granul dengan pelapis luar

Variasi Inti Granul dan Pelapisan

Teknik ini hanya modifikasi dari dua teknik di atas. Pada saat pembuatan granul ditambahkan ini granul. Setalah granul terbentuk diberi pelapis.


Gambar granul dengan inti granul dan pelapis luar

***
Mana bentuk granul yang terbaik? Sangat relatif dan tergantung dengan pupuk granul yang Anda buat. Gunakan cara yang paling sederhana jika sudah cukup memadai dan pupuk berfungsi dengan baik. Teknik yang lain digunakan apabila memerlukan kondisi khusus, seperti pupuknya terlalu hidroskopis sehingga perlu pelapis. Atau bahan-bahannya sulit dibuat granul sehingga perlu diberi inti granul.

 

Sumber :http://isroi.wordpress.com/2009/03/09/beberapa-teknik-membuat-pupuk-granul/


 
 
   
    Copyright@didikbudiarto